1st Engineer dan 2nd Engineer: mengapa satu posisi memiliki nama yang berbeda
1st Engineer dan 2nd Engineer: mengapa satu posisi memiliki nama yang berbeda
16 Des. 2025
1402
STCW (2)
1st Engineer dan 2nd Engineer: siapa yang menciptakan perbedaan, mengapa satu posisi memiliki nama yang berbeda, dan bagaimana hal ini memengaruhi karier pelaut
Pendahuluan
Dalam proses mencari kerja di laut, banyak insinyur menghadapi situasi yang tampak paradoks: pada sertifikat tertulis Second Engineer, namun dalam lowongan pekerjaan atau kontrak tercantum 1st Engineer. Bagi sebagian perusahaan hal ini dianggap sebagai praktik yang normal, bagi yang lain menimbulkan pertanyaan, dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan masalah nyata saat pemeriksaan oleh otoritas bendera atau saat verifikasi masa layar.Dalam lowongan pelaut, istilah-istilah ini sering digunakan secara bergantian, sehingga menimbulkan kebingungan bahkan di kalangan insinyur berpengalaman. Muncul pertanyaan yang wajar:
Apakah ini posisi yang berbeda atau sebenarnya sama?
Apakah 1st Engineer merupakan sistem “Inggris” atau “Amerika”?
Mengapa STCW menyatakan satu hal sementara pasar menggunakan istilah lain?
Mengapa hal ini dapat berisiko bagi karier pelaut?
Artikel ini memberikan penjelasan yang mendalam, profesional, dan praktis, berdasarkan konvensi internasional, sistem UK MCA, serta praktik nyata di industri pelayaran.
Dasar internasional: apa yang dikatakan STCW
Konvensi STCW 1978 dengan amandemen tahun 2010 (Manila Amendments) merupakan satu-satunya dokumen internasional yang secara hukum menetapkan pangkat perwira.Menurut STCW, posisi perwira utama di kamar mesin adalah:
Chief Engineer Officer
Second Engineer Officer
Officer in Charge of an Engineering Watch (OOW – Engineering)
👉 Istilah “1st Engineer” tidak ada dalam STCW.Ini adalah poin yang sangat penting. Setiap administrasi bendera (UK, negara-negara Uni Eropa, Liberia, Panama, Malta, dan lainnya) mengacu pada STCW, bukan pada terminologi internal perusahaan pelayaran.
Sistem Inggris (UK MCA): standar yang ketat
Terdapat mitos umum bahwa 1st Engineer merupakan bagian dari sistem “Inggris” atau “Britania”. Hal ini tidak benar.Dalam sistem resmi UK MCA, hanya istilah berikut yang digunakan:
Chief Engineer
Second Engineer
Officer of the Watch (Engineering)
📌 Dalam sertifikat MCA, Certificate of Competency (CoC), maupun dokumen masa layar, istilah “1st Engineer” sama sekali tidak digunakan.Sistem Inggris dikenal sangat konservatif dan presisi secara hukum. Sistem ini secara tegas membedakan antara:
Rank — pangkat berdasarkan sertifikat
Position — posisi atau peran di atas kapal
Karena itu, UK MCA tidak pernah mengakui 1st Engineer sebagai pangkat resmi.
Lalu dari mana istilah 1st Engineer berasal?
Jawaban profesional singkatnya: dari praktik Amerika, bukan dari peraturan hukum.Poin penting yang perlu dipahami adalah: 👉 Amerika Serikat menciptakan nama posisi, bukan pangkat baru.
Sistem Amerika: dua realitas yang berjalan paralel
Di Amerika Serikat, secara historis berkembang dua sistem yang berbeda namun berjalan berdampingan dan sering kali disalahartikan.
1️⃣ Sistem regulasi (US Coast Guard / STCW)
Lisensi resmi meliputi:
Chief Engineer
Second Engineer
Third Engineer
Assistant Engineer
Seperti halnya STCW, tidak ada lisensi dengan nama “1st Engineer”.
2️⃣ Praktik operasional / korporat
Perusahaan pelayaran Amerika, khususnya di sektor offshore, mulai menggunakan hierarki numerik di dalam kamar mesin:
Chief Engineer
First Engineer (asisten senior Chief Engineer)
Second Engineer
Third Engineer
Istilah ini mencerminkan:
nama posisi internal perusahaan;
tingkat tanggung jawab operasional;
bagian dari struktur HR perusahaan.
⚠️ Namun, ini bukan pangkat resmi dan bukan lisensi.
Mengapa pendekatan Amerika menjadi tren global
Hal ini dipengaruhi oleh faktor historis dan praktis, antara lain:
industrialisasi awal armada dagang Amerika Serikat;
serikat insinyur maritim yang kuat (MEBA, AMO);
pemisahan yang jelas antara license dan job title;
pesatnya perkembangan armada offshore dan project fleet;
fleksibilitas bentuk kontrak kerja.
Pendekatan Amerika dapat diringkas sebagai berikut: “Lisensi mengesahkan hak untuk bekerja, posisi menentukan peran di atas kapal.”
Bagaimana istilah 1st Engineer menyebar ke seluruh dunia
Rantai penyebaran praktik ini secara nyata terlihat sebagai berikut:USA → Offshore Fleet → Asia → Crewing Market → Online VacanciesAkibatnya:
agen crewing di Asia;
operator offshore;
kapal DP dan project vessels
mulai secara luas menggunakan istilah 1st Engineer dalam lowongan pelaut, meskipun sertifikat kandidat tetap Second Engineer.
Di mana 1st Engineer paling sering digunakan saat ini
Kapal offshore
Armada DP
Kapal konstruksi dan proyek
Perusahaan dengan manajemen Amerika
Pasar perekrutan pelaut di Asia
Dalam praktik, sering ditemui situasi berikut:
Crew List: Second Engineer
Kontrak kerja: 1st Engineer
Sertifikat: Second Engineer
Perbedaan nyata antara 1st Engineer dan 2nd Engineer
Dari sisi tugas
Dalam sekitar 90% kasus, tidak ada perbedaan nyata dalam tanggung jawab pekerjaan.
Dari sisi status
Perbedaannya bersifat mendasar:
Kriteria2nd Engineer1st EngineerPengakuan STCW | Ya | Tidak UK MCA | Ya | Tidak Pengakuan bendera | Ya | Perlu penjelasan Tercantum di sertifikat | Ya | Tidak Penggunaan dalam kontrak | Standar | Istilah internal
Risiko bagi pelaut akibat terminologi yang tidak tepat
Dalam proses mencari kerja di laut, pelaut dapat menghadapi risiko nyata:
1. Masa layar tidak diakui
Beberapa administrasi tidak mengakui masa layar jika:
dokumen hanya mencantumkan 1st Engineer;
tidak ada hubungan jelas dengan Second Engineer.
2. Masalah peningkatan lisensi
Untuk memperoleh sertifikat Chief Engineer, masa layar harus dikonfirmasi secara spesifik sebagai Second Engineer (STCW III/2).
3. Pemeriksaan PSC dan bendera
Ketidaksesuaian antara:
sertifikat;
kontrak kerja;
Crew List
dapat menimbulkan temuan dan pemeriksaan tambahan.
Cara penulisan dokumen yang benar (best practice)
Untuk pelaut
Sertifikat: Second Engineer
Sea Service: Second Engineer
Kontrak (rumusan aman): Second Engineer (position onboard titled as 1st Engineer)
Untuk agen crewing dan pemilik kapal
gunakan penyebutan ganda posisi;
kaitkan posisi dengan STCW;
hindari penggunaan 1st Engineer tanpa penjelasan.
Mengapa kebingungan ini masih terjadi
STCW tidak melarang penggunaan nama posisi alternatif;
tidak ada kamus global jabatan maritim;
perbedaan tradisi armada;
penyederhanaan istilah oleh HR dalam iklan lowongan;
besarnya pasar global lowongan pelaut.
Kesimpulan utama
1st Engineer bukan sistem Inggris atau Britania;
ini adalah istilah korporat yang berasal dari praktik Amerika;
2nd Engineer adalah satu-satunya pangkat internasional resmi;
untuk masa layar, sertifikasi, dan karier, STCW adalah acuan utama, bukan nama posisi dalam lowongan.
Aturan utama bagi pelaut: fokus pada sertifikat dan persyaratan bendera, bukan pada nama posisi yang terdengar lebih menarik.
Penutup
Memahami perbedaan antara 1st Engineer dan 2nd Engineer bukanlah teori, melainkan alat praktis untuk keamanan karier. Dalam pasar global kerja di laut dan ribuan lowongan pelaut, pengetahuan tentang standar internasional melindungi pelaut dari kesalahan, kehilangan masa layar, dan masalah dengan administrasi bendera.
Penafian (ID)
Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Artikel ini bukan merupakan nasihat hukum, pedoman resmi, atau interpretasi atas Konvensi STCW, administrasi bendera, otoritas maritim nasional, badan klasifikasi, atau lembaga pengatur lainnya.Penamaan posisi, pembagian tanggung jawab, dan penggunaan terminologi dapat berbeda tergantung pada bendera kapal, kebijakan perusahaan, jenis kapal, dan peraturan yang berlaku.Pelaut, pemberi kerja, dan agen crewing disarankan untuk meminta klarifikasi resmi kepada administrasi bendera terkait, otoritas maritim, atau penasihat hukum profesional sebelum mengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan, verifikasi masa layar, sertifikasi, atau kepatuhan regulasi.