Perencanaan Pelayaran
Rencana pelayaran yang memadai dan terperinci, yang disiapkan oleh salah satu perwira navigasi dan disetujui oleh Mualim, harus tersedia untuk setiap tahap kemajuan kapal dari dermaga keberangkatan hingga dermaga kedatangan.
Perwira navigasi yang ditunjuk oleh mualim untuk menyiapkan rencana pelayaran (Ship Manager-
D.218 – Passage Plan) memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan rencana pelayaran terperinci sesuai dengan persyaratan Mualim sebelum keberangkatan. Ketika pelabuhan tujuan tidak diketahui atau kemudian diubah, perwira navigasi perlu memperpanjang atau mengubah rencana asli sebagaimana mestinya.
Penyimpangan dari rencana yang disetujui tidak boleh dilakukan tanpa persetujuan sebelumnya dari Mualim.
Format Rencana Pelayaran
Rencana pelayaran harus dibuat dan disajikan pada peta yang sesuai dan/atau sketsa dalam format yang dapat ditempatkan di stasiun komando atau tampilan radar.
Rencana ini dimaksudkan untuk digunakan dari dermaga keberangkatan dan titik jalan serta alur pelayaran harus disertakan untuk mencakup pelayaran pelabuhan serta pelayaran laut.
Catatan mengenai Perencanaan Pelayaran
Untuk membantu dalam penyiapan rencana pelayaran yang diperlukan, materi berikut harus dikonsultasikan:
-ICS Bridge Procedures Guide
-Ship's Routing
-Admiralty Lists of Radio Signals-port operations and VTS management
-Peraturan lokal yang relevan
Pemanduan dan Perencanaan Pelayaran
Kontribusi yang diberikan pandu terhadap keselamatan navigasi di perairan terbatas dan pendekatan pelabuhan, yang memiliki pengetahuan lokal yang terkini, tidak perlu ditekankan, namun, perlu ditekankan bahwa tanggung jawab navigasi kapal tidak dapat dialihkan kepada pandu dan Perwira Jaga harus mempertahankan semua tanggung jawabnya berkenaan dengan tugas navigasi. Setelah kedatangan pandu di kapal dan pertukaran normal data kapal antara Mualim dan Pandu. Pandu harus menunjukkan rencana pelayaran yang akan diikuti dan secara umum Mualim harus memastikan bahwa rencana tersebut sesuai dengan chief officer job vacancy rencana pelayaran kapal, aman dan bahwa keahlian Pandu dimanfaatkan sepenuhnya dan didukung oleh tim anjungan kapal.
Ketika di perairan yang padat, rencana pelayaran harus dibuat dengan pertimbangan yang matang terhadap kemungkinan perubahan haluan dan kecepatan kapal karena kapal lain di sekitarnya dan kemungkinan pembatasan di alur pelayaran.