Dari waktu ke waktu, kapal-kapal diharuskan untuk beroperasi dalam kondisi/area yang didominasi oleh es, dan/atau di area di mana kondisi cuaca lingkungan yang berlaku turun di bawah tingkat tertentu, di mana terdapat kemungkinan besar pembentukan es pada tangki ballast kapal, laut sekitar serta gunung es di geladak/di dalam.
Ada sejumlah kondisi yang dapat dijelaskan lebih lanjut. Salah satunya adalah lowongan kapal tanker lng.
Namun, diharapkan bahwa ketika suhu lingkungan turun ke tingkat di mana pembekuan atau hampir pembekuan akan terjadi. Dapat dikatakan bahwa kondisi-kondisi ini akan berlaku dan berikut adalah pedoman yang harus diketahui oleh awak kapal.
Dimana suhu beku berlaku, penggunaan pakaian yang benar harus dikenakan
Setiap saat sebelum terpapar unsur-unsur cuaca
b) Nahkoda harus memastikan bahwa terdapat peralatan cuaca dingin yang memadai dan dalam kondisi dapat digunakan. Ini termasuk sepatu, topi, sarung tangan dan overall.
c) Dimana suhu sedemikian rupa sehingga terjadi pembentukan es, tidak ada anggota awak yang boleh bergerak ke luar ke dalam unsur cuaca tanpa pendamping dan berpakaian tidak tepat.
Setiap orang yang keluar ke geladak atau ke luar untuk melakukan tugas apapun harus didampingi setiap saat.
Selama kapal berada di bawah pengaruh badai, pesan serupa harus dikirimkan setidaknya setiap 3 jam jika memungkinkan.