TEGANGAN PEMUATAN
Sangat penting bahwa kapal dimuat sedemikian rupa sehingga tegangan girder lambung yang diizinkan tidak terlampaui selama proses pemuatan. Dalam hal ini Mualim Satu dan Nakhoda sesuai dengan praktik pelayaran yang baik dari kapal harus memanfaatkan informasi yang disediakan oleh badan klasifikasi terkait nilai maksimum momen lentur air tenang dan gaya geser yang diizinkan serta pemuatan dasar dalam yang diizinkan untuk kondisi di pelabuhan.
RUANG MUAT KARGO
Ruang-ruang ini dapat dianggap sebagai yang paling penting karena mereka harus menampung kargo yang merupakan satu-satunya alasan keberadaan kapal.
Jika ruang muat tidak bersih atau tidak terawat dengan baik, ruang tersebut dapat ditolak untuk pemuatan dengan konsekuensi denda keuangan pada rekening Pemilik.
Sangat penting bahwa ruang muat kargo dipertahankan dengan standar tinggi setiap saat. Hal ini harus menjadi proses berkelanjutan dimana setiap karat/kerak yang berkembang disingkirkan sesegera mungkin dan permukaan dilapisi dengan tepat menggunakan jenis cat yang benar. Penundaan pemeliharaan akan pasti mengakibatkan kerusakan lebih lanjut dan kemungkinan biaya pemeliharaan jangka panjang yang ekstra.
Perhatian khusus harus diberikan pada hal-hal berikut:
(a) Manhole dasar ganda, pipa ventilasi dan pipa sounding harus diperiksa terhadap kebocoran.
(b) Semua fitting yang sesuai harus dipasang dan kedap kargo seperlunya.
(c) Jalur pendeteksi dan pemadam kebakaran, dimana dipasang harus diperiksa terhadap kerusakan.
(d) Sumur got ruang muat harus dibersihkan jika perlu. Pompa got harus dinyalakan ke setiap ruang muat secara bergantian untuk memastikan jalur-jalur tersebut bersih dan dalam kondisi kerja.
(e) Semua kawat, sekkel, blok dan peralatan kapal lainnya yang digunakan selama kerja kargo harus diperiksa pada awal dan selama kerja.
TUJUAN
Stowage, pengangkutan dan pengiriman kargo yang aman adalah kepentingan utama Pemilik dan/atau Penyewa dan memang esensi dari mata pencaharian staf perusahaan baik di darat maupun di laut. Harus menjadi tujuan konstan Nakhoda kapal untuk mencapai sasaran-sasaran berikut:
(a) Penggunaan paling ekonomis dari ruang kargo dan kemampuan angkat kapalnya yang menentukan kapasitas pendapatannya.
(b) Perlindungan awak dan kapal dari bahaya atau cedera yang timbul dari cara kargo di-stow.
(c) Perlindungan kargo dari kerusakan, kehilangan atau deteriorasi dan memastikan pengiriman yang baik.
(d) Mencapai dispatch terbaik dari setiap pelabuhan pemuatan, pembongkaran atau bunkering melalui perencanaan yang baik dan koordinasi yang erat dengan agennya.